CO-550A CONCRETE HAMMER TEST PROCEQ
Standar Acuan : SNI ASTM C805:2012
Salah satu metode untuk mengetahui kekuatan permukaan beton yang telah mengeras di lapangan adal dengan alat Hammer Test. Pengujian dengan hammer test ini dapat digunakan untuk menilai keseragaman beton di lapangan, menggambarkan bagian dari struktur yang mempunyai kualitas jelek atau beton yang mengalami kerusakan, serta memperkirakan perkembangan kekuatan beton di lapangan.
Metode uji ini dapat juga digunakan untuk memperkirakan kekuatan beton, untuk itu dibutuhkan korelasi antara kekuatan beton dan angka pantul. Hubungan ini harus ditetapkan dari campuran beton dan alat yang telah ditetapkan. Hubungan beton dan angka pantul dibuat dari kekuatan beton yang biasa digunakan. Untuk memperkirakan kekuatan pada saat pembangunan, tetapkan hubungan dengan menampilkan angka pantul pada benda uji yang dicetak dan mengukur kekuatan dari benda uji yang sama atau serupa. Untuk memperkirakan kekuatan pada struktur yang ada, tetapkan hubungan antara angka pantul yang diukur pada struktur dengan kekuatan inti beton yang diambil dari lokasi yang bersangkutan. Lihat ACI 228.1R untuk informasi tambahan pada perkembangan hubungan dan pada penggunaan hubungan untuk memperkirakan kekuatan beton di lapangan.
Untuk proses pengujian, cara pembacaan dan perhitungan hasil pengujian bisa dilihat di SNI ASTM C805:2012.

CO-351 MECHANICAL CONCRETE BEAM (UJI TEKAN LENTUR SECARA MEKANIS)
Standar Acuan : SNI 4431-2011; ASTM C-78
Struktur Beton pada bangunan sipil harus mampu menahan gaya yang bekerja seperti tekan dan lentur yang diakibakan oleh energi dari luar seperti angin dan gempa pada bangunan gedung, tekanan air dan gempa pada bangunan air, tekanan kendaraan pada jembatan dan sebagainya. Struktur beton harus aman terhadap gaya-gaya tersebut. Untuk itu maka beton harus memenuhi syarat tertentu agar bangunan tidak mengalami kegagalan, dengan kata lain bangunan tetap stabil dan aman.
Untuk mendapatkan mutu beton yang sesuai dengan yang disyaratkan pada beton untuk struktur bangunan sipil, perlu dilakukan pengujian laboratorium baik untuk agregat, adukanbeton maupun beton pada umur tertentu. Agar struktur beton aman terhadap gaya lentur yang bekerja, beton harus mempunyai kuat lentur tertentu sesuai dengan yang disyaratkan. Untuk mengetahui kuat lentur dari struktur beton perlu dilakukan pengujian kuat lentur di laboratorium.
Kuat lentur beton adalah kemampuan balok beton yang diletakan pada dua perletakan untuk menahan gaya dengan arah tegak lurus sumbu benda uji, yang diberikan kepadanya, sampai benda uji patah, dinyatakan dalam Mega Pascal (MPa) gaya persatuan luas.
CO-351 adalah produk Bina Mutu Teknotama Digital yang menggunakan Manometer Analog terkalibrasi KAN dan digerakan secara mekanis untuk proses pengujian. Alat ini sangat cocok untuk daerah-daerah yang belum terjangkau Listrik atau Daya Listrik tidak mencukupi. Karena menggunakan putara mekanis, maka alat ini didesain untuk kekuatan 50 kN.

CO-330 HYDRAULIC CONCRETE BEAM (UJI TEKAN LENTUR DENGAN HIDROLIK)
Standar Acuan : SNI 4431-2011; ASTM C-39
Struktur Beton pada bangunan sipil harus mampu menahan gaya yang bekerja seperti tekan dan lentur yang diakibakan oleh energi dari luar seperti angin dan gempa pada bangunan gedung, tekanan air dan gempa pada bangunan air, tekanan kendaraan pada jembatan dan sebagainya. Struktur beton harus aman terhadap gaya-gaya tersebut. Untuk itu maka beton harus memenuhi syarat tertentu agar bangunan tidak mengalami kegagalan, dengan kata lain bangunan tetap stabil dan aman.
Untuk mendapatkan mutu beton yang sesuai dengan yang disyaratkan pada beton untuk struktur bangunan sipil, perlu dilakukan pengujian laboratorium baik untuk agregat, adukanbeton maupun beton pada umur tertentu. Agar struktur beton aman terhadap gaya lentur yang bekerja, beton harus mempunyai kuat lentur tertentu sesuai dengan yang disyaratkan. Untuk mengetahui kuat lentur dari struktur beton perlu dilakukan pengujian kuat lentur di laboratorium.
Kuat lentur beton adalah kemampuan balok beton yang diletakan pada dua perletakan untuk menahan gaya dengan arah tegak lurus sumbu benda uji, yang diberikan kepadanya, sampai benda uji patah, dinyatakan dalam Mega Pascal (MPa) gaya persatuan luas.
CO-330 adalah produk Bina Mutu Teknotama Digital yang menggunakan Manometer Analog terkalibrasi KAN. Didesain untuk kekuatan 100 kN.

CO-335 DIGITAL CONCRETE BEAM (UJI TEKAN LENTUR DIGITAL)
Standar Acuan : SNI 4431-2011; ASTM C-78
Struktur Beton pada bangunan sipil harus mampu menahan gaya yang bekerja seperti tekan dan lentur yang diakibakan oleh energi dari luar seperti angin dan gempa pada bangunan gedung, tekanan air dan gempa pada bangunan air, tekanan kendaraan pada jembatan dan sebagainya. Struktur beton harus aman terhadap gaya-gaya tersebut. Untuk itu maka beton harus memenuhi syarat tertentu agar bangunan tidak mengalami kegagalan, dengan kata lain bangunan tetap stabil dan aman.
Untuk mendapatkan mutu beton yang sesuai dengan yang disyaratkan pada beton untuk struktur bangunan sipil, perlu dilakukan pengujian laboratorium baik untuk agregat, adukanbeton maupun beton pada umur tertentu. Agar struktur beton aman terhadap gaya lentur yang bekerja, beton harus mempunyai kuat lentur tertentu sesuai dengan yang disyaratkan. Untuk mengetahui kuat lentur dari struktur beton perlu dilakukan pengujian kuat lentur di laboratorium.
Kuat lentur beton adalah kemampuan balok beton yang diletakan pada dua perletakan untuk menahan gaya dengan arah tegak lurus sumbu benda uji, yang diberikan kepadanya, sampai benda uji patah, dinyatakan dalam Mega Pascal (MPa) gaya persatuan luas.
CO-335 adalah produk Bina Mutu Teknotama Digital yang menggunakan Display Digital terkalibrasi KAN, Menggunakan Transducer Import untuk pembacaan data. Didesain dengan rentang kekuatan 100 kN - 250 kN. karena menggunakan Display Digital maka pembacaan lebih akurat sampai 2 angka di belakang koma.

CO-336 DIGITAL CONCRETE BEAM + PRINT + USB (ALAT UJI KUAT LENTUR DIGITAL + PRINT + USB)
Standar Acuan : SNI 4431-2011; ASTM C-39
Struktur Beton pada bangunan sipil harus mampu menahan gaya yang bekerja seperti tekan dan lentur yang diakibakan oleh energi dari luar seperti angin dan gempa pada bangunan gedung, tekanan air dan gempa pada bangunan air, tekanan kendaraan pada jembatan dan sebagainya. Struktur beton harus aman terhadap gaya-gaya tersebut. Untuk itu maka beton harus memenuhi syarat tertentu agar bangunan tidak mengalami kegagalan, dengan kata lain bangunan tetap stabil dan aman.
Untuk mendapatkan mutu beton yang sesuai dengan yang disyaratkan pada beton untuk struktur bangunan sipil, perlu dilakukan pengujian laboratorium baik untuk agregat, adukanbeton maupun beton pada umur tertentu. Agar struktur beton aman terhadap gaya lentur yang bekerja, beton harus mempunyai kuat lentur tertentu sesuai dengan yang disyaratkan. Untuk mengetahui kuat lentur dari struktur beton perlu dilakukan pengujian kuat lentur di laboratorium.
Kuat lentur beton adalah kemampuan balok beton yang diletakan pada dua perletakan untuk menahan gaya dengan arah tegak lurus sumbu benda uji, yang diberikan kepadanya, sampai benda uji patah, dinyatakan dalam Mega Pascal (MPa) gaya persatuan luas.
CO-336 adalah produk Bina Mutu Teknotama Digital yang menggunakan Display Digital terkalibrasi KAN, Menggunakan Transducer Import untuk pembacaan data, Thermal Print untuk pencetakan data pengujian, USB Card untuk menyimpan data pengujian ke USB Flashdisk sehingga data bisa dibackup ke Laptop / Komputer.
CO-336 DIGITAL CONCRETE BEAM produk BMT Digital didesain dengan rentang kekuatan 100 kN - 250 kN. karena menggunakan Display Digital maka pembacaan lebih akurat sampai 2 angka di belakang koma.



