FIELD VANE SHEAR TEST
FIELD VANE SHEAR TEST (UJI GESER BALING-BALING DI LAPANGAN)
Standar Acuan : SNI 03-2487-1991;
Vane Shear Test adalah uji kuat geser baling-baling pada tanah kohesif di lapangan, untuk memperoleh parameter kuat geser tanah kohesif tidak terganggu yang jenuh air pada kondisi tanpa drainase. Parameter tersebut berupa momen puntir, konstanta k untuk bentuk baling segi empat dan bentuk baling runcing, kekuatan geser, dan sensitivitas tanah. Vane Shear Test (VST) merupakan alat in-situ yang digunakan untuk menentukan nilai kuat geser tak terdrainase dari suatu tanah. Kapasitas VST dapat mencapai pada kuat geser hingga 200 kPa pada tanah lunak jenuh air. Dari penelitian sebelumnya, pengujian VST pada tanah dengan konsistensi medium hingga lempung lunak diperoleh nilai su ≤ 50 kPa. VST juga dapat digunakan pada tanah lanau, gembur dan material tanah lainnya yang dapat diprediksi kekuatan geser tak terdrainase-nya. Metode penggunaan VST ini tidak dapat diaplikasikan pada tanah pasir, gravel, dan jenis tanah lainnya yang memiliki permeabilitas tinggi. Pada penelitian sebelumnya diperoleh bahwa alat VST memang dibutuhkan untuk tes pada tanah yang memiliki permeabilitias rendah untuk respon dari suatu pengujian untuk menggambarkan kuat geser tak terdrainase.
Uji Geser Baling-Baling (VST) adalah suatu metode uji geser di lapangan (atau di laboratorium yang tidak dibahas disini), yang dilaksanakan dalam lubang pengeboran menggunakan mesin bor putar (rotary) atau mesin bor yang sudah menjadi kelengkapan dari sistem alat uji geser baling (selfboring). Pada kedalaman tertentu dilakukan penekanan baling kemudian dipuntir dengan kecepatan tertentu sampai terjadi keruntuhan. Hasil yang diperoleh adalah kuat geser tanah tidak terdrainase dengan komponen kohesi saja, sedangkan komponen sudut geser dalam sama dengan nol.
Beberapa keuntungan dari penggunaan VST ini adalah:
- Salah satu metode in-situ yang ekonomis dan cukup cepat dalam prosedur pengujian di lapangan.
- Dapat mengukur kuat geser tanah dalam kapasitas yang besar hingga 200 kPa.
- VST dapat menentukan propertis tanah lunak sensitif yang sulit dilakukan di laboratorium tanpa perlakuan yang halus.
Bina Mutu Teknotama Digital menyediakan 2 type alat Field Vane Shear Test yaitu :
- SO-770 FIELD VANE SHEAR TEST IMPORT
- SO-770A FIELD VANE SHEAR TEST LOKAL


SO-760 POCKET TORSION VANE SHEAR TEST
SO-760 POCKET TORSION VANE SHEAR TEST (UJI GESER BALING-BALING PORTABLE)
Pocket Torsion Vane Shear Set (Torvane) dapat dengan cepat mengukur perkiraan kekuatan geser tanah kohesif di lapangan atau laboratorium. Saat digunakan, bilah baling-baling ditekan ke dalam tanah, dan kenop diputar perlahan sampai matriks tanah gagal. Jarum indikator mempertahankan pembacaan maksimum. Nilai menggunakan vaned foot standar dibaca langsung pada dial dari 0—1kg/cm² dalam pembagian 0,05kg/cm² (1 kg/cm² kira-kira sama dengan 1tsf). Pembacaan dapat diinterpolasi hingga 0,01kg/cm² dan dikalikan dengan 0,2 atau 2,5 saat menggunakan baling-baling besar (sensitif) dan kecil (kapasitas tinggi). Rentang totalnya adalah 0—2,5kg/cm². Pengujian laboratorium yang ekstensif telah menunjukkan korelasi yang erat dengan kekuatan geser tak terdrainase. Penguji dapat digunakan pada permukaan datar berdiameter 2 inci (51mm). Set ini mencakup Alat Putar dari Logam, tiga baling-baling dengan rentang kekuatan geser yang berbeda, instruksi pengoperasian yang dilaminasi, dan tas jinjing dengan klip carabiner. Set baling-baling geser dapat dibeli di Set Klasifikasi Tanah yang mencakup berbagai alat dan instrumen untuk evaluasi lapangan dan klasifikasi karakteristik tanah.
Fitur: Dapat digunakan pada permukaan tanah datar berdiameter 2 inci Untuk digunakan di laboratorium atau lapangan Indikator jarum mempertahankan pembacaan maksimum. Pocket Torvane Shear Test bisa dipalikasikan untuk pekerjaan pematan yang membuthkan nilai CBR kecil seperti Lapang Parkir, Badan Drainase dll. Alat ini sangat efektif karena bentuknya kecil, penggunaan simple sehingga dalam waktu singkat bisa menguji dibeberapa titik. Baling-baling bisa dengan mudah dicopot dan diganti disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

SO-330A HYDROMETER TEST
SO-330A HYDROMETER TEST (PENGUJIAN HIDROMETER)
Standar Acuan : SNI, ASTM D-422, AASHTO T-88
Pengujian analisis hidrometer adalah untuk menentukan distribusi ukuran butir-butir untuk tanah yang tidak mengandung butir tanah tertahan oleh saringan No. 200. Pengujian ini dilakukan dengan analisa sedimen menggunakan hidrometer. Analisis hidrometer adalah metode untuk menghitung distribusi ukuran butir tanah berdasarkan sedimentasi tanah dalam air, kadang disebut juga uji sedimentasi. Analisis hidrometer ini bertujuan untuk mengetahui pembagian ukuran butir tanah yang berbutir halus.
Alat dan Bahan
Khusus :
- Hydrometer;
- Mixer (pengaduk);
- Deflocculating agent;
- Temperature.
Umum :
- 2 Gelas ukur (silinder);
- Air suling;
- Timbangan (ketepatan 0.1 g);
- Oven;
- Desikator;
- Termometer;
- Semprotan;
- Evaporating dishes;
- Spatula;
- Timer.

SO-320 SHRINGKAGE LIMIT TEST
SO-320 SHRINGKAGE LIMIT TEST (PENGUJIAN BATAS SUSUT)
Standar Acuan : SNI 3422-2008, ASTM D-427, AASHTO T-92
Pengujian Shringkage Limit (Batas Susut Tanah) adalah untuk menentukan kadar air pada batas semi padat ke keadaan padat yang disebut batas susut dan digunakan untuk menentukan sifat-sifat tanah. Batas susut tanah adalah kadar air minimum dimana masih dalam keadaan padat atau keadaan diantara keadaan semi padat dan keadaan padat.
Alat dan Bahan
- Prong plate
- Cawan porselin
- Monel dish
- Cristalizing dish : - dish (dia. 5 cm), overflow dish (dia. 9 cm)
- Spatula
- Plat kaca - Plat kaca tanpa jarum - Plat kaca yang mempunyai 3 buah jarum/kaki (prong plate)
- Gelas ukur
- Timbangan
- Air raksa
- Oven
Langkah-Langkah Pengujian
- Tanah yang dipergunakan dapat tanah yang terganggu.
- Ring silinder diisi dengan contoh tanah, ratakan ke dua permukaannya, tinggi dan diameter ring terlebih dahulu diukur.
- Contoh tanah dimasukkan dalam oven pada temperatur 105 - 110°C selama 24 jam.
- Setelah dioven lalu dimasukkan ke dalam desikator selama kurang lebih 1 jam.
- Kontainer kaca diisi dengan air raksa, permukaannya dalam container diratakan dengan pelat kaca, hal ini disebabkan karena permukaan air raksa cembung.
- Timbang pelat kaca dan container kacanya.
- Letakkan container kaca di atas cawan kaca, lalu contoh tanah ditekan perlahan-lahan ke dalam Hg dalam container diratakan dengan pelat kaca.
- Timbang berat cawan kaca + Hg yang tumpah

SO-315 PLASTIC LIMIT TEST
SO-315 PLASTIC LIMIT TEST (PENGUJIAN INDEX PLASTIS TANAH)
Standar Acuan : SNI 1966:2008; ASTM D-427; AASHTO T-92
Pengujian Batas Plastis dilakukan untuk menentukan batas plastis suatu tanah (batas besarnya kadar air (wp), pada contoh tanah, dari kondisi semi plastis menjadi plastis dalam persen). Uji penentuan Batas Plastis dan Indeks Plastisitas tanah bertujuan untuk menentukan batas terendah kadar air ketika tanah dalam keadaan plastis, dan angka Indeks Plastisitas suatu tanah.
Batas Plastis dihitung berdasarkan persentasi berat air terhadap berat tanah kering pada benda uji. Pada cara uji ini, material tanah yang lolos saringan ukuran 0.425 mm atau saringan No. 40, diambil untuk dijadikan benda uji kemudian dicampur dengan air suling atau air mineral hingga menjadi cukup plastis untuk digeleng/dibentuk bulat panjang hingga mencapai diameter 3 mm. Metode penggelengan dapat dilakukan dengan telapak tangan atau dengan alat penggeleng batas plastis (prosedur alternatif). Benda uji yang mengalami retakan setelah mencapai diameter 3 mm, diambil untuk diukur kadar airnya. Kadar air yang dihasilkan dari pengujian tersebut merupakan batas plastis tanah tersebut.
Alat
- Cawan porselen.
- Pestel (penumbuk/penggerus) dengan kepala karet atau terbungkus karet.
- Spatula.
- Pelat kaca (30 cm × 30 cm).
- Saringan No. 40.
- Batang kawat ø 3 mm untuk ukuran pembanding.
- Air suling.
- Alat-alat pemeriksaan kadar air (oven, timbangan, gelas ukur, dan desikator)
Prosedur Pengujian
- Taruhlah contoh tanah dalam cawan porselen, campur air sedikit demi sedikit, aduk sampai benar-benar merata. Kadar air tanah yang diberikan adalah sampai tanah bersifat cukup plastis dan dapat mudah dibentuk menjadi bola dan tidak terlalu melekat pada jari, bila ditekan dengan jari.
- Remas dan bentuklah menjadi bentuk bola atau bentuk ellipsoida dari contoh tanah seberat sekitar 8 gram (diameter 13 mm). Gilinglah bola uji ini di atas pelat kaca yang terletak pada bidang mendatar di bawah jari-jari tangan dengan tekanan secukupnya sehingga akan terbentuk batang-batang yang diameternya rata. Gerakan menggiling tanah gunakan kecepatan kira-kira tiap ½ detik satu gerakan maju mundur.
- Bila pada penggilingan diameter batang telah menjadi sekitar 3 mm (bandingkan dengan batang kawat pembanding) dan ternyata batang ini masih licin, ambil dan potong-potong menjadi 6 atau 8 bagian; kemudian remas seluruhnya antara ibu jari dan jari-jari lain dari kedua tangan sampai homogen.
- Selanjutnya giling lagi seperti tadi. Jika digiling menjadi batang berdiameter 3 mm, ternyata batang masih licin, ulangi lagi remas menjadi bentuk bola lagi dan giling lagi, dst sampai batang tanah tampak retak-retak dan tidak dapat digiling menjadi batang yang lebih kecil (meskipun belum mencapai diameter 3 mm).
- Segera masukkan batang adonan tanah tersebut ke dalam cawan dan tutuplah. Selanjutnya lakukan pemeriksaan kadar air.
