Concrete Beam Mold / Cetakan Balok
CO-316 BEAM MOLD / CETAKAN BALOK
Beam Mold / Cetakan Beton sangat dibutuhkan untuk melakukan pengujian tekan lentur balok beton. Cetakan sampel beton diperlukan untuk mebuat benda uji (kubus, silinder, balok) agar campuran beton dapat diketahui kekuatannya, apakah sesuai dengan Kuat Tekan rencana atau tidak. Meskipun kekuatan beton secara penuh baru diketahui setelah 28 hari, namun para ahli beton sudah melakukan penelitian, sehingga kekuatan beton dapat diketahui pada umur 4, 7, 14 dan 28 hari. Untuk umur benda uji yang belum mencapai 28 hari, maka hasil pengujian harus dikalikan dengan faktor konversi.
Bina Mutu Teknotama Digital menyediakan Beam Mold / Cetakan Balok yang terbuat dari besi cor dengan kwalitas baik, bagian dalam mulus sehingga menghasilkan permukaan balok yang baik, sudut-sudutnya tegak lurus, dengan ukuran dalam yang presisi yaitu :
- Iner Diameter 15 x 15 x 60 cm
- Iner Diameter 20 x 20 x 80 cm
Balok beton yang dihasilkan akan sesuai dengan standar SNI, ASTM, sehingga hasil tekan lenturnya akan maksimal. Karena terbuat dari besi cor maka tidak akan menyerap air campuran beton sehinga tidak menurunkan kwalitas / mutu beton.

SILINDER DAN KUBUS (CYLINDER & CUBE)
- CO-301-302 CONCRETE CYLINDER MOLD (15 x 30 cm dan 10 x 20 cm) (CETAKAN SILINDER)
- CO-314-315 CONCRETE CUBE MOLD (15 x 15 x 15 cm dan 10 x 10 x 10 cm) (CETAKAN KUBUS)
- CO-310-311 CONCRETE CYLINDER MOLD & CUBE MOLD dari Plastik
Cetakan sampel beton diperlukan untuk mebuat benda uji (kubus, silinder, balok) agar campuran beton dapat diketahui kekuatannya, apakah sesuai dengan Kuat Tekan rencana atau tidak. Meskipun kekuatan beton secara penuh baru diketahui setelah 28 hari, namun para ahli beton sudah melakukan penelitian, sehingga kekuatan beton dapat diketahui pada umur 4, 7, 14 dan 28 hari. Untuk umur benda uji yang belum mencapai 28 hari, maka hasil pengujian harus dikalikan dengan faktor konversi.



MINI UTM (UNIVERSAL TESTING MACHINE)
CO-650 MINI UTM (UNIERSAL TECTING MACHINE) (ALAT UJI TARIK DAN TEKUK BESI)
UTM atau Universal Testing Machine merupakan alat atau mesin pengujian. Adapun fungsi alat ini untuk menguji ketahanan, kekuatan tarik dan mengetahui struktur suatu bahan maupun material sebuah produk. Tidak heran jika alat ini banyak digunakan di bidang industri, mulai dari pesawat, pengeboran minyak, konstruksi, perkapalan dan lainnya.
Umumnya bahan atau material yang melakukan pengujian yaitu karet, logam, besi dan baja baik dengan uji tarik atau tensile test maupun uji tekan atau compression test. Seperti yang diketahui setiap pembuatan prosedur pengelasan atau WPS, pastinya membutuhkan pengujian tarik dan uji lengkung.
Dalam pekerjaan konstruksi beton, penggunaan baja tulangan dalam campuran beton sangat dibutuhkan agar beton yang semua bersipat getas mampu menahan beban tarik karena didalamnya diberikan besi tulangan. Untuk mengetahui seberapa besar kekuatan besi tulangan makan harus dilakukan uji tarik dan uji tekan dengan alat Universal Testing Machine.
Banyak jenis benda yang dapat diuji oleh UTM. Antara lain dapat menguji bahan plastik, logam, kayu, tali, benang, dan kertas. Adapun load cell yang digunakan adalah 5 kgf, 100 kgf, dan 5000 kgf. Pengujian bisa dilakukan pada suhu kamar, 23 derajat Celcius dengan kelembaban 50% sampai pengujian pada suhu tinggi hingga 200 derajat Celcius.
Parameter yang dihasilkan Universal Testing Machine baik untuk uji tarik maupun uji tekan berupa modulus elastisitas (modulus Young), kuat luluh (yield strength), kuat maximum tekan/tarik (ultimate strength), kuat putus (break strength), regangan luluh (yield strain), regangan di titik maksimum tekan/tarik (ultimate strain), regangan putus (break strain/ % elongation at break).
CO-650 MINI UTM (UNIVERSAL TESTING MACHINE) produk Bina Mutu Teknotama Digital didesain untuk melakukan pengujian terhadap besi dengan diameter 6 mm - 22 mm, dilengkapi dengan Digital Indicator yang terkalibrasi KAN.



LABORATORY CONCRETE MIXER
LABORATORY CONCRETE MIXER (ALAT PENGADUK BETON SKALA LABORATORIUM)
Dalam pembuatan rancangan campuran beton (trial mix) agar campuran beton homogen dan tercampur dengan baik, maka pada saat trial mix di laboratorium pengadukan campuran beton harus menggunakan Mixer skala laboratorium (kapasitas 70 liter). Selain mendapatkan campuran yang homogen, juga sebagai miniatur proses produksi beton yang akan dikerjakan di Batching Plant.
Bina Mutu Teknotama Digital menyediakan 2 type Concrete Mixer yaitu :
- CO-620 LABORATORY CONCRETE MIXER ELECTRIC
- CO-620B LABORATORY CONCRETE MIXER DIESEL


High Strength Self Compacting Concrete (SCC)
Pada umumnya dalam pengerjaan konstruksi beton konvensional, diperlukan pemadatan atau vibrasi beton yang bertujuan untuk meminimalkan udara yang terjebak dalam beton segar sehingga diperoleh beton yang homogen dan tidak terdapat rongga-rongga di dalam beton. Konsekuensi dari pemadatan yang tidak sempurna dapat menurunkan kuat tekan beton. Dalam pengerjaannya pun sering terjadi kendala yang dikarenakan jarak antar tulangan yang terlalu rapat, yang dapat mengakibatkan terjadinya pemisahan antara agregat halus, semen dan air dengan agregat kasar (segregasi).
Salah satu solusi dalam menghadapi permasalahan tersebut adalah penggunaan beton memadat sendiri yaitu self compacting concrete (SCC), merupakan konsep inovatif untuk menghasilkan beton yang dapat “mengalir” dengan mudah tanpa perlu dipadatkan, namun tetap kohesif dan bermutu tinggi. Beton akan mudah mengalir, bahkan tidak akan mengalami segregasi ataupun bleeding. SCC juga mengatasi permasalahan pengecoran untuk posisi yang tinggi karena dapat dipompa dengan mudah.
High strength self compacting concrete adalah beton yang mempunyai daya tahan kuat tekan yang tinggi, karena air pada campuran beton dikurangi sehingga porositas menjadi minimum, memiliki kemampuan kedap air yang tinggi, serta deformasi susut yang rendah. Walaupun SCC dapat mengalir dan berkarakteristik encer, bukan berarti bahwa campuran beton menggunakan banyak air. Hal ini disebabkan dengan adanya campuran admixture super-plasticizer.
Peralatan yang digunakan untuk melakukan pengujian HSSCC adalah sebagai berikut :
CO-376 Slump Flow
Pengujian slump flow berbeda dengan pengujian slump yang digunakan pada beton konvensional. Pada pengujian slump flow ini, alat yang digunakan terbalik sehingga diameter yang kecil diletakkan dibawah dan diameter yang besar terletak diatas. Pengujian slump flow dilakukan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan campuran beton untuk mengisi ruangan (filling ability) dan mengetahui tingkat kelecakan beton yang mempermudah pengerjaannya (workability).
Dalam pengujian dengan menggunakan slump flow, terdapat suatu batasan-batasan dimana kategori dikatakan masuk dalam syarat filling ability yang baik. EFNARC mensyaratkan batas minimum slump flow pada SCC pada 65 cm dan batas maksimum pada 80 cm.

Dimensi Packing : (100 x 100 x 50 cm) / 6000 = 83,3 Kg (Digunakan untuk menghitung ongkos kirim)
- Base plate : 90.5 x 90.5 x 0.3 cm
- Slump Cone : 10 x 20 x 30 cm
- Tamping Rod : 1.6 x 30 cm
CO-377 J-Ring
J-Ring Test Set digunakan untuk menentukan kemampuan passing beton self-consolidating. Elemen struktur yang dirancang dengan baja tulangan padat seringkali memerlukan penggunaan desain campuran Self-Consolidating Concrete (SCC) untuk memastikan struktur bebas dari rongga dan sarang lebah. Uji J-Ring, bersama dengan uji Slump-Flow, adalah salah satu cara untuk menentukan kemampuan melewati SCC, yang didefinisikan sebagai kemampuan beton untuk mengalir di bawah beratnya sendiri untuk mengisi seluruh ruang di dalam bekisting. Bergantung pada prosedur yang dipilih, slump cone yang dimodifikasi diposisikan terbalik atau tegak di tengah J-Ring dan diisi dengan beton dalam satu lift. Kerucut kemudian diangkat lurus ke atas dan diameter aliran beton yang dihasilkan diukur. Tes serupa kemudian dijalankan tanpa J-Ring terpasang dan perbedaan diameter aliran dicatat sebagai kemampuan passing. Pengukuran tambahan atau klasifikasi visual juga dapat ditentukan pada akhir pengujian.

Dimension Packing : 40 x 40 x 40 cm / 6000 = 10.6 kg (berat total 50 kg digunakan untuk menghitung ongkos kirim)
- Slump Cone : 10 x 20 x 30 cm
- Tanpa Base Plate (Base Plate menggunakan punya slump flow)
Jika pembelian sekalian dengan baseplate maka dimensi menjadi 100 x 100 x 50 cm /6000 = 83.3 kg
CO-378 V – Funnel
Pengujian dengn menggunakan v-funnel berguna untuk mengukur flowabilitas dari campuran beton, dimana kemampuan campuran beton untuk mengisi ruang (filling abilitiy) dapat dilihat. Selain itu pengujian dengan v-funnel test dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan campuran beton untuk menahan segregasi (segregation resistance). EFNARC mensyaratkan batas minimum waktu yang dicapai untuk memenuhi kategori SCC adalah 6 detik dan batas maksimum adalah 12 detik.

Dimension : 104 x 50 x 30 cm
Dimensi Packing = 110 x 60 x 40 cm / 6000 = 44 kg untuk penghitungan ongkir
CO-379 L – Shaped Box
Alat ini berbentuk huruf L dan terbuat dari Plat besi. Pada alat ini, antara arah horizontal dengan vertikal dipasang pintu penutup yang cara membukanya dengan menarik ke arah atas dan diberikan alat tambahan di depannya yang berupa halangan dari tulangan baja, halangan ini berfungsi untuk mengkondisikan sesuai dengan keadaan di lapangan (Risdianto, 2010).
Pengujian dengan menggunakan meode L-Shaped Box ini ditunjukkan terdapat suatu batasan-batasan dimana kategori SCC dikatakan masuk dalam syarat Passingability yang baik. Batasan dalam alat uji L-Shaped Box, campuran beton yang dikategorikan SCC harus mampu memenuhi syarat h2/h1 adalah 0,8 – 1,0 (EFNARC, 2002)

Dimension : 30 x 100 x 135 cm
Dimension Packing ; 40 x 110 x 145 cm / 6000 = 106.3 kg untuk penghitungan ongkos kirim
Untuk mengetahui spesifikasi dan harga silahkan kontak marketing kami (fast respon) :
E-mail :
WA/Telegram : 08122373106