BI-300 CENTRIFUGE EXTRACTOR
BI-300 CENTRIFUGE EXTRACTOR (EKSTRAKSI ASPAL DENGAN ALAT CENTRIFUGE)
Standar Acuan : SNI 03-6894-2002, ASTM D-2147, AASHTO T-164
Kadar aspal merupakan satu parameter yang sangat penting didalam menjamin kualitasdari campuran beraspal panas (Hotmix) selain faktor gradasi dan sifat-sifat agregatnya. Demi menghasilkan perkerasan dengan kinerja yang maksimal, kontrol terhadap masing – masing bahan pembentuk campuran harus benar – benar dilakukan. Spesifikasi bina marga tahun 2018 juga mewajibkan kepada perusahaan pemproduksi campuran beraspal untuk melakukan pemeriksaan kadar aspal (ekstraksi) setiap produksi 200 ton campuran beraspal (Hotmix).
Pengujian ekstraksi adalah pemisahan campuran dari dua atau lebih bahan dengan cara menambahkan pelarut yang dapat melarutkan suatu bahan yang ada dalam campuran tersebut. Pengujian ekstraksi sentrifugal adalah metode yang memisahkan antara agregat dengan aspal dengan mekanisme putaran. Selain itu metode ini kecepatannya dapat diubah-ubah untuk menambah tingkat keefektifan adukan pelarut di dalam alat. Selain itu metode ekstraksi sentrifugal adalah metode yang paling sering dan cepat proses ekstraksinya dan memiliki tingkat paparan pelarut yang paling rendah.
Prosedur percobaan :
- Masukkan benda ujian yang telah disiapkan seberat 1000gr ke dalam cawan sentrifus.
- Letakkan cawan berisi sampel pada posisi yang benar pada alat sentrifus.
- Tuangkan pelarut (dalam penelitian ini bensin) ke dalam cawan sentrifus sampai merendam permukaan sampel dan biarkan beberapa menit jangan lebih dari 1 jam.
- Pasang kertas saring yang sudah dikeringkan pada suhu (110 ± 5)°C dan telah ditimbang konstan di atas cawan.
- Tutup cawan rapat-rapat dengan klem dan letakkan gelas kimia di bawah lubang pengeluaran larutan untuk mengumpulkan larutannya.
- Jalankan sentrifus dimulai dengan putaran rendah kemudian makin tinggi hingga 3600 rpm.
- Hentikan alat sentrifus setelah tidak ada larutan yang mengalir dari lubang pembuangan.
- Ulangi penambahan pelarut ke dalam cawan sentrifus sampai pelarut yang keluar dari alat sentrifus tampak bening.
- Kumpulkan larutan yang keluar dari alat sentrifus.
- Ambil kertas saring dari cawan dan keringkan di udara kemudian keringkan di oven sampai beratnya konstan pada suhu (110 ± 5)°C.
- Pindahkan semua isi cawan ke pan dan keringkan di ruang asam kemudian keringkan di oven sampai beratnya konstan pada suhu (110 ± 5)°C.
- Tentukan berat mineral dalam larutan.


BI-310 REFLUX EXTRATCOR
BI-310 REFLUX EXTRACTOR (ALAT EKSTRAKSI ASPAL DENGAN REFLUX)
Standar Acuan : SNI 03-6894-2002, ASTM D-2171, AASHTO T-164
Kadar aspal merupakan satu parameter yang sangat penting didalam menjamin kualitasdari campuran beraspal panas (Hotmix) selain faktor gradasi dan sifat-sifat agregatnya. Demi menghasilkan perkerasan dengan kinerja yang maksimal, kontrol terhadap masing – masing bahan pembentuk campuran harus benar – benar dilakukan. Spesifikasi bina marga tahun 2018 juga mewajibkan kepada perusahaan pemproduksi campuran beraspal untuk melakukan pemeriksaan kadar aspal (ekstraksi) setiap produksi 200 ton campuran beraspal (Hotmix).
Salah satu metode yang telah dikembangkan untuk menguji kandungan kadar aspal yang dicampur adalah menggunakan metode ektraksi menurut prosedur pemeriksaan Bina Marga 2018 Metode pengujian refluks pada dasarnya memisahkan aspal dengan mineral lainnya dengan cara penguapan menggunakan tabung gelas. Mekanismenya adalah dengan menguapkan pelarut secara sirkulasi untuk melarutkan aspal dalam campuran menjadi cairan, tetapi merode ini membutuhkan waktu yang lama (Schultz, 1998). Pengujian ekstraksi menunjukkan bahwa gradasi agregat berubah menjadi lebih halus dari gradasi semula, perubahan gradasi agregat diakibatkan oleh kehancuran beberapa partikel agregat ini menaikkan volume rongga udara dalam campuran yang menghasilkan penurunan kepadatan serta peningkatan VIM dan VMA. Agregat yang hancur, tidak terlapisi aspal. Hal ini mengakibatkan penurunan stabilitas dan index perendaman dan memasukkan kelelehan hingga menurunkan Marshall Qoutient dari benda uji Marshall. Immersion, proses ektraksi merupakan proses pemisahan campuran dua atau lebih bahan dengan cara menambahkan pelarut yang bias melarutkan salah satu bahan yang ada di dalam campuran tersebut dapat dipisahkan.
Peralatan
- Refluks Extractor Gelas
- Satu rangka logam berbentuk silinder, dilengkapi kerucut anyaman kawat
- Tabung pendingin
- Offlet pemanas / pelat pemanas
- Kertas saring Whatman No. 40
- Selang untuk mengalirkan air ketemapat penguapan refluks extraction
- Gelas ukur 500 ml
- Timbangan dengan ketelitian 0,01 gram
- Talam
- Wajan
- Spatula
- Satu set ayakan
- Oven

BI-470 MOT STRAIGHT EDGE
BI-470 MOT STRAIGHT EDGE
Untuk mengukur ketidakteraturan permukaan jalan baik perkerasan aspal maupun beton.

BI-450 BENKELMAN BEAM
BI-450 BENKELMAN BEAM (PENGUJIAN LENDUTAN DENGAN BENKELMAN BEAM)
Standar Acuan : SNI 2416:2011
Benkelman Beam merupakan alat yang digunakan untuk mengukur lendutan balik, lendutan langsung dan titik belok perkerasan yang menggambarkan kekuatan struktur perkerasan jalan (Bina Marga, 2005). Penggunaan alat ini sangat efektif untuk menentukan kekuatan struktur tanpa menyebabkan kerusakan pada permukaan jalan. dari hasil pengujian akan diperoleh nilai lendutan balik maksimum, lendutan balik titik belok dan cekung lendutan (SNI 2416:2011).
Lendutan maksimum adalah besarnya lendutan balik pada kedudukan di titik kontak batang Benkelman Beam setelah beban berpindah sejauh 6 meter, Lendutan balik titik belok adalah besarnya lendutan balik pada kedudukan di titik kontak batang benkelman beam setelah beban berpindah 0,4 meter, dan cekung lendutan adalah kurva yang menggambarkan bentuk lendutan dari suatu segmen jalan (SNI 2416:2011). Data-data tersebut diatas kemudian dapat dijadikan sebagai data perencanaan desain tebal lapis tambah (overlay).
Peralatan Benkelman Beam dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

BI-250 DUCTILITY OF BITUMINOUS MATERIAL
BI-250 DUCTILITY OF BITUMINOUS MATERIAL (PENGUJIAN KEPLASTISAN ASPAL)
Standar Acuan : SNI 2432-2011, ASTM D-133, AASHTO T-51
Pengujian daktilitas aspal yaitu untuk menentukan keplastisan suatu aspal, apabila digunakan nantinya aspal tidak retak. Percobaan ini dilakukan dengan cara menarik benda uji berupa aspal dengan kecepatan 50 mm/menit pada suhu 25˚C dengan dengaa toleransi ± 5 %. Sifat reologis daktilitas digunakan untuk mengetahui ketahanan aspal terhadap retak dalam penggunaannya sebagai lapis perkerasan. Aspal dengan daktilitas yang rendah akan mengalami retak-retak dalam penggunaannya karena lapisan perkerasan mengalami perubahan suhu yang agak tinggi. Oleh karena itu aspal perlu memiliki daktilitas yang cukup tinggi.
Sifat daktilitas dipengaruhi oleh sifat kimia aspal, yaitu susunan senyawa hidrokarbon yang dikandung oleh aspal tersebut. Standar regangan yang dipakai adalah 100 – 200 cm. Pada pengujian daktilitas disyaratkan jarak terpanjang yang dapat ditarik antara cetakan yang berisi bitumen minimum 100 cm.
Adapun tingkat kekenyalan dari aspal adalah :
- < 100 cm = getas
- 100 - 200 cm = plastis
- > 200 cm = sangat plastis liat
Sifat daklitas ini sangat dipengaruhi oleh kimia aspal yaitu akibat susunan senyawa karbon yang dikandungnya. Bila aspal banyak mengandung senyawa prakin dengfan senyawa panjang, maka daktalitas rendah. Demikian aspal didapatkan dari blowing, dimana gugusan aspal hidrokarbon tak jenuh yang mudah menyusut sedangkan yang banyak mengandung parakin karena susunan rantai hidrokarbonya dan kekuatan strukturnya kurang plastis.
