Aspal beton sebagai bahan untuk konstruksi jalan sudah lama dikenal dan digunakan secara luas dalam pembuatan jalan. Penggunaannya pun di Indonesia dari tahun ke tahun makin meningkat. Hal ini disebabkan aspal beton mempunyai beberapa kelebihan dibanding dengan bahan-bahan lain, diantaranya harganya yang relatif lebih murah dibanding beton, kemampuannya dalam mendukung beban berat kendaraan yang tinggi dan dapat dibuat dari bahan-bahan lokal yang tersedia dan mempunyai ketahanan yang baik terhadap cuaca. Aspal beton atau asphaltic concrete adalah campuran dari agregat bergradasi menerus dengan bahan bitumen. Perencanaan Rancangan Campuran Aspal Beton (Job Mix Formula) membutuhkan peralatan pengujian penunjang, diantaranya :

  1. GE-200 WATER BATH : Water bath adalah peralatan laboratorium yang terbuat dari wadah berisi air panas. Alat ini digunakan untuk menginkubasi sampel dalam air pada suhu konstan (suhu dapat diatur sesuai kebutuhan) selama periode waktu yang lama. Dalam pekerjaan pengujian aspal Water Bath digunakan untuk merendam Briket Aspal hasil compaction (manual / otomatis) dalam suhu tertentu sebelum dilakukan pengujian Marshall.


  1. GE-203 COOLING SYSTEM : Electric, 220 V-AC. Supplied complete with water tank.


  1. GE-222 BUTANE FIELD HEATER : Alat pemanas lapangan ini sangat cocok digunakan baik di Lapangan maupun di Laboratorium, mengunakan Gas LPG sebagai sumber pembakaran, single burner, dilengkapi dengan tabung gas LPG.


  1. GE-230 BUNSEN BURNER : Pembakar Bunsen, yang diberi nama Robert Bunsen, adalah peralatan laboratorium umum yang menghasilkan api gas terbuka tunggal, yang digunakan untuk pemanasan, sterilisasi, dan pembakaran. Gas dapat berupa gas alam (yang terutama metana) atau gas minyak cair, seperti propana, butana, atau campuran keduanya. Pembakar Bunsen untuk Laboratorium Aspal menggunakan Gas LPG, lengkap dengan dudukan dan alat pengontrol udara.


5. GE-233 STATIF :Tegakan retot, atau Statifadalah salah satu dari instrumen peralatan laboratorium non-gelas yang digunakan sebagai pendukung dalam berbagai proses kimia, termasuk menjepit peralatan gelas seperti buret dalam proses filtrasi, perlengkapan soxhlet, atau penjepit kondensor pada proses pemanasan dengan pendingin balik. Tatakan/Landasan bawah terbuat dari besi persegi panjang yang dicat, batang bundar vertikal dilengkapi penjepit.


6. GE-235 TRIPOD STAND : Dudukan tripod Besi dicat, bagian atas bundar, diameter kira-kira 15 cm, untuk menyimpan asbestos yang akan digunakan dalam pemanasan gelas ukur, labu ukur dan lain-lain.


7. GE-237 ASBESTOS WIRED GAUZE : Kasa kawat yang diberikan lingkaran asbes di tengahnya untuk menahan panas api pada saat pemanasan gelas uji. Jika api terkonsentrasi di satu tempat untuk waktu yang lama, akhirnya akan meledakan wadah. Dengan jaring asbes, panas nyala api akan tersebar ke setiap sudut wadah Wadah tidak akan pecah jika dibakar dalam waktu lama. Karena asbes tidak mudah terbakar, kawat besi dapat menyebarkan panas nyala api ke udara dan menyebarkan panas secara merata di atas wadah.


8. GE-239 GLASS CLAMP : Penjepit Gelas terbuat dari alumunium, dilengkapi dengan bukaan yang dapat disesuaikan, sehingga sangat mudah digunakan untuk menjepit gelas uji.